Dunia Islam Berduka

Al-Aqsa Membara Lagi: Menteri Israel Nekat Serbu Kompleks Masjid, Turki & Arab Saudi Kutuk Keras "Provokasi 2026"

Rabu, 07 Jan 2026 Yerusalem (Al-Quds) Tim Redaksi DiMAN
Kubah Shakhrah Dome of the Rock Kompleks Masjid Al-Aqsa kembali dikotori oleh kunjungan provokatif pejabat Israel di bawah pengawalan ketat. (Sumber: AP Photo)

AL-QUDS (YERUSALEM) - Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik didih pagi ini (7/1). Menteri Keamanan Nasional Israel yang beraliran ekstrem kanan kembali melakukan aksi provokatif dengan menerobos masuk ke pelataran Masjid Al-Aqsa di bawah pengawalan ketat ratusan polisi bersenjata lengkap.

Aksi yang berlangsung selama 15 menit tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap Status Quo situs suci umat Islam. Ini adalah kunjungan provokatif pertama di tahun 2026, yang memicu kemarahan spontan dari para Murabithun (penjaga masjid) dan komunitas internasional.

Dugaan Penghancuran Artefak Islam

Namun, yang membuat situasi kali ini lebih genting bukan sekadar kunjungan tersebut. Wakaf Islam Yerusalem melaporkan adanya dugaan upaya perusakan situs bersejarah di area timur kompleks masjid.

Laporan Wakaf Islam:

"Pasukan pendudukan terlihat memindahkan bebatuan kuno dari area Bab al-Rahma. Kami khawatir mereka sedang berusaha menghilangkan jejak artefak Islam untuk memalsukan sejarah situs ini."

Reaksi Dunia: "Jangan Main Api!"

Dunia Islam bereaksi keras. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi langsung mengeluarkan pernyataan resmi mengutuk tindakan tersebut sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional" dan provokasi terhadap perasaan 2 miliar Muslim di seluruh dunia.

"Kami memperingatkan Israel untuk tidak mengubah status sejarah Yerusalem. Kesabaran dunia Islam ada batasnya. Tindakan ini merusak segala upaya perdamaian yang sedang dirintis." — Pernyataan Resmi Kementerian Luar Negeri Turki (7/1/2026)

Yordania, selaku pemegang hak perwalian (Custodianship) atas situs suci di Yerusalem, juga memanggil duta besar Israel di Amman untuk menyampaikan nota protes keras. Raja Abdullah II menegaskan bahwa Al-Aqsa adalah "Garis Merah" yang tidak boleh dilanggar.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Sobat DiMAN, peristiwa ini bukan sekadar berita politik luar negeri. Al-Aqsa adalah kiblat pertama kita, bagian dari akidah umat Islam.

Di saat saudara-saudara kita di Palestina berjuang dengan nyawa menjaga kesucian masjid, minimal yang bisa kita lakukan adalah mengirimkan doa terbaik (Qunut Nazilah) dan terus menyuarakan kebenaran ini di media sosial agar dunia tidak lupa.

Tunjukkan Solidaritasmu!

Jangan biarkan Al-Aqsa berjuang sendirian. Perkuat fisik dan mentalmu untuk terus membela umat, serta sisihkan rezeki untuk bantuan kemanusiaan Palestina.

Salurkan Bantuan Via Lembaga Resmi
📚 Sumber Berita Valid (Jan 2026):
  • Laporan Langsung Al Jazeera & Middle East Eye (Topik: Al-Aqsa Raid).
  • Pernyataan Resmi Kemlu Arab Saudi & Turki (7 Januari 2026).
  • Rilis Pers Departemen Wakaf Islam Yerusalem.